Jakarta, 25 September 2025 – SMP YMIK terus menanamkan nilai-nilai karakter kepada para siswanya melalui budaya salam pagi yang rutin dilaksanakan setiap hari sebelum kegiatan belajar dimulai. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pendidikan karakter yang mengajarkan sopan santun, rasa hormat, serta membangun kedekatan antara guru dan siswa.
Setiap pagi, para siswa menyambut guru-guru yang berdiri di depan gerbang sekolah dengan senyum, salam, dan berjabat tangan. Tak hanya sekadar formalitas, kegiatan ini dilakukan dengan penuh kesadaran sebagai wujud rasa hormat terhadap guru sebagai pendidik.
Kepala SMP YMIK, Bapak Haris, S.IP.,M.Pd menyampaikan bahwa budaya salam pagi ini merupakan bagian dari pembiasaan positif yang telah diterapkan sejak beberapa tahun terakhir.
“Kami ingin membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Salam pagi ini sederhana, tetapi dampaknya sangat besar dalam membentuk sikap dan karakter mereka,” ujarnya.
Guru-guru pun menyambut baik kegiatan ini. Selain mempererat hubungan guru dan siswa, budaya salam juga menciptakan suasana hangat dan penuh semangat di lingkungan sekolah.
Salah satu siswa kelas 7, Jidan mengungkapkan bahwa ia senang bisa menyapa gurunya setiap pagi.
“Jadi semangat belajar, karena dari pagi sudah disambut dengan senyum dan sapaan. Rasanya seperti di rumah sendiri,” katanya.
Dengan budaya seperti ini, SMP YMIK berharap dapat terus mencetak generasi muda yang berkarakter, sopan santun, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Saat ini belum ada komentar